Tata Tertib

TATA TERTIB PESERTA DIDIK

SMA NEGERI 22 BANDUNG 2017-2018

 

1. Ketentuan Umum

a.         Memiliki rasa solidaritas, loyalitas dan integritas yang positif terhadap SMA Negeri 22 Bandung;

b.         Sebagai warga Negara yang baik berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia, patuh pada peraturan dan tata tertib sekolah, hormat pada orangtua, tenaga pendidik, dan tenaga pendidikan;

c.         Selalu menjaga nama baik SMA Negeri 22 Bandung;

d.         Mengerjakan dan melaksanakan semua tugas kewajiban sebagai peserta didik SMA Negeri 22 Bandung dengan penuh tanggungjawab;

e.         Memelihara keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan sekolah;

f.          Tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi: nilai ketaqwaan, sopan santun pergaulan, kedisiplinan, kebersihan, kesehatan, kerapihan, keamanan, dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar yang efektif dan efesien;

g.         Tata tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap, berucap, bertindak, dan melaksanakan kegiatan sehari-hari disekolah dalam rangka mewujudkan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif dan efesien.

 

2. Presensi

a.              Kehadiran

1)   Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai pukul 06.30 WIB;

2)   Peserta didik yang datang terlambat dikenakan sanksi, apabila keterlambatan berulang sampai 3 kali maka peserta didik harus diantar oleh orang tua;

3)   KBM berakhir pukul 14.45 WIB;

4)   Hadir dan mengikuti semua proses KBM ;

a)   Peserta didik dilarang keluar masuk kelas pada saat KBM berlangsung kecuali seizin tenaga pendidik dan piket;

b)   Peserta didik diperbolehkan melakukan kegiatan di lingkungan sekolah hingga pukul 17.00.

 

b.                 Waktu tidak ada pelajaran

1)  Pada waktu tenaga pendidik berhalangan hadir tenaga pengurus kelas atau piket kelas wajib lapor kepada tenaga pendidik piket;

2)  Pada pergantian jam pelajaran peserta didik dilarang keluar kelas.

3)  Peserta didik wajib mengerjakan dan menyerahkan tugas dari tenaga pendidik yang tidak hadir kepada tenaga pendidik piket

 

c.  Meninggalkan KBM dan Sekolah

1)       Peserta didik yang akan meninggalkan kelas pada waktu KBM diwajibkan meminta izin kepada tenaga pendidik kelas yang mengajar;

2)       Peserta didik yang akan meninggalkan sekolah pada waktu KBM diwajibkan meminta izin kepada tenaga pendidik mata pelajaran yang ditinggalkan kemudian lapor pada piket;

3)       Peserta didik yang akan meninggalkan sekolah karena tugas sekolah wajib lapor piket dengan memperlihatkan surat tugas atau dispen;

4)       Peserta didik yang akan meninggalkan sekolah karena kondisi tertentu wajib lapor piket;

5)       Pada waktu pulang peserta didik dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi jalan atau di tempat-tempat tertentu.

6)            Peserta didik setelah berakhir KBM meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapih .

 

d. Ketidakhadiran

1)  Perserta didik yang tidak hadir wajib memberitahukan ke sekolah sebelum pukul 6.30

2)  Jika peserta didik tidak hadir ke sekolah lebih dari 3 hari berturut-turut maka harus membawa surat keterangan dokter bagi  yang sakit dan surat keterangan orang tua/wali peserta didik karena suatu keperluan;

3)  Jika dalam 1 minggu peserta didik tidak hadir tanpa keterangan lebih dari 2 hari maka orang tua/wali peserta didik di undang untuk hadir bertemu dengan walikelas/BK;

4)  Jika peserta didik tidak menunjukan surat keterangan dokter atau orang tua/wali maka peserta didik tersebut dianggap absen (alpa).

 

3.           Hubungan ketidakhadiran dengan tes akhir semester.

a.Peserta didik yang tidak hadir (alpa) lebih dari 10% dalam satu bidang studi dipertimbangkan untuk mengikuti tes;

b.   Peserta didik yang tidak hadir pada saat tes akhir semester tanpa keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan dipertimbangkan untuk mengikuti tes susulan;

c.Batas waktu untuk peserta didik yang akan mengikuti tes akhir semester susulan adalah 2 hari setelah tes akhir semester berakhir.

 

4. Pakaian dan Tata Rias

a.     Atribut lengkap (lokasi, nama, badge OSIS, Logo sekolah, Logo bendera);

b.    Baju rapi dimasukkan ke dalam celana/rok;

c.     Baju tidak ketat, panjang baju minimal 15 cm dari pinggang;

d.    Siswi: memakai rok panjang sesuai aturan PSAS

e.     Memakai sabuk hitam polos; tidak diperkenankan memakai jaket di lingkungan sekolah;                                   

f.      Hari Senin dan Selasa mengenakan seragam putih abu;

g.     Hari Rabu mengenakan pakaian adat sunda panjang lengan minimal ¾ untuk siswi, memakai baju dan celana pangsi untuk siswa dengan menggunakan sepatu;

h.    Hari Kamis mengenakan seragam batik;

i.      Hari Jum’at mengenakan seragam pramuka;

j.      Siswi muslim hari jumat berkerudung;

k.    Sepatu sport hitam;

l.      Tali sepatu hitam atau putih sewarna;

m.  Kaos kaki berwarna putih 10 cm diatas mata kaki;

n.    Siswi tidak memakai Make Up;

o.    Peserta didik tidak memakai asesoris berlebihan dan membahayakan;

p.    Peserta didik tidak memakai tindik hidung, tindik lidah dan tindik telinga (untuk siswi tidak memakai tindik telinga tidak lebih dari satu);

 

q.   Rambut :

1) Untuk peserta didik samping tidak menutup telinga;

2) Untuk peserta didik depan tidak melebihi alis;

3) Untuk peserta didik belakang tidak melebihi kerah baju;

4) Peserta didik/siswi tidak merubah warna rambut dengan cara mencat rambut;

5) Untuk peserta didik tidak disisir ke atas dan tidak gondrong dan model yang berlebihan.

r.     Peserta didik/i tidak bertato;

s.     Untuk peserta didik celana sesuai dengan ketentuan sekolah tidak ketat, tidak bermode pensil, tidak disobek atau dijahit cutbrai;

t.      Tidak diperbolehkan memakai topi selain topi untuk sekolah di dalam kelas atau di luar kelas;

u.    Bagi siswi yang berjilbab (pakaian muslim) rok panjang sampai mata kaki, jilbab warna putih polos, untuk seragam pramuka jilbab berwarna coklat tua;

v.    Pakaian olahraga dipakai hanya sedang pelajaran praktek olahraga di lapangan dengan pakaian seragam olahraga dari sekolah.

 

5.  Upacara Bendera dan Kegiatan Keagamaan

a.     Upacara Bendera

1)   Upacara bendera dilaksanakan pada hari senin;

2)   Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam lengkap yang telah ditentukan sekolah.

b.    Kegiatan Keagamaan

1)   Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya;

2)   Setiap peserta didik wajib menghormati sesama umat beragama dan menjaga kerukunan antar sesama umat beragama.

 

6. Larangan-larangan

a.     Meninggalkan pelajaran tanpa izin;

b.   Membawa/merokok di  lingkungan sekolah;

c.    Merusak/mengotori fasilitas sekolah;

d.   Membawa/membuat/mengedarkan/membaca/melihat buku, majalah, VCD porno, feature porno di hand phone;

e.    Mengambil barang berharga milik orang lain;

f.     Berpacaran dan berprilaku tidak sesuai dengan norma agama;

g.    Melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain;

h.   Menyulut petasan, memalak atau melakukan ancaman, menghasut dan provokasi;

i.     Melakukan cemoohan terhadap tenaga pendidik atau tenaga pendidikan sekolah;

j.     Berkelahi di lingkungan sekolah;

k.   Berkelahi dengan pihak luar atau melakukan penyerangan serta berurusan (bermasalah) dengan pihak berwajib;

l.     Mengajak/memprovokasi atau ikut serta meninggalkan pelajaran bersama;                                                                                                                                                         

m. Membawa / menyebarkan / menjual atribut organisasi yang tidak diakui oleh sekolah;

n.   Mengajak menjadi anggota organisasi yang tidak diakui oleh sekolah;

o.   Membawa, mengedarkan, atau memakai obat terlarang (NARKOBA);

p.   Memakai mobil ke sekolah (sesuai instruksi walikota Bandung No. 024/SE-079 Disdik);

q.   Memakai motor ke sekolah apabila peserta didik tersebut belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan berusia di bawah 17 tahun;

r.    Terlibat atau menjadi geng motor dan geng lainnya yang dianggap meresahkan dan mengganggu masyarakat;

s.    Bermain kartu di kelas dan lingkungan sekolah.  

t.    Berjudi/taruhan dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah  

u.   Memalsukan tanda tangan/paraf kepala sekolah, tenaga pendidik dan tenaga administrasi